Siapa dan Apa IndonesiaTanpaFPI?
- Siapakah kami?
- Awal terbentuknya.
Berawal dari sosial media twitter, kami mencurahkan segala pikiran dan hati tentang keadaan sosial di sekeliling kami, salah satunya mengenai pembiaran ormas yang menggunakan kekerasan untuk memaksakan kehendaknya. Berita mengenai penolakan warga Kalteng terhadap pendirian cabang FPI, menginspirasi kami untuk berbuat sesuatu. Diskusi di twitter terus bergulir sampai akhirnya tercetuslah keinginan untuk melakukan “kopi darat”, bertemu dan berbincang-bincang diantara kami secara terbuka, siapapun boleh datang.
Kami tidak mengira kopi darat ini banyak yang datang kira-kira 50 orang di suatu kedai kopi yang beralamat di Cikini. Limapuluh orang tersebut terdiri dari berbagai kalangan dan datang sebagai individu. Dalam suasana santai, satu dengan yang lain mengemukakan pendapat apa yang perlu dilakukan untuk menyikapi kekerasan sampai akhirnya disepakati untuk melakukan AKSI DAMAI. Aksi tersebut kami umumkan secara terbuka di twitter, dan ternyata banyak sekali yang merespon. Dalam waktu yang singkat, kami sepakat untuk memakai nama #IndonesiaTanpaFPI untuk gerakan ini.
Di twitter sendiri, kampanye kami menggunakan hashtag #IndonesiaTanpaFPI dan #IndonesiaTanpaKekerasan.
- Alasan pemakaian nama #IndonesiaTanpaFPI.
Kami sebagai orang awam memakai kata ini, karena tuntutan aksi kami bukan untuk membubarkan FPI, melainkan menghentikan kekerasan demi kekerasan yang dilakukan oleh FPI. Setiap orang berhak untuk berserikat dan berkumpul, dengan tidak menggunakan kekerasan (sesuai dengan Deklarasi HAM).
- Kekecewaan dan keinginan kami.
Aksi kami adalah bentuk ekspresi kemarahan dan rasa kecewa pada negara. Kekerasan demi kekerasan terus terjadi dan negara tidak mendidik masyarakat bahwa kekerasan bukanlah tindakan yang patut dicontoh, bukanlah tindakan yang benar.
FPI seperti kita tahu melalui media massa sebagai kelompok sering menyerang, memaki, atas sesuatu yang tidak dia setujui, bahkan tega memukuli orang, dan lain-lain. Kejengkelan kami berujung pada aksi ini. Kami telah memakai surat ijin dan melaporkan soal aksi kami ini ke polisi atas nama masyarakat Jakarta, dan aksi kami berupa aksi damai. Tujuan kami adalah mengajak dan menggugah kesadaran masyarakat bahwa kekerasan yang dibiarkan ini tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun.
Kami tidak ingin menyakiti siapa-siapa, justru kami ingin mengajak masyarakat untuk bergabung melawan dengan aksi damai.
Indonesia Tanpa FPI = 1 Langkah Besar Menuju Ketentraman Antar Agama Tanpa Kekerasan! #IndonesiaTanpaKekerasan
plurasime harus dijaga dengan baik di indonesia, biar negara kita maju, HENTIKAN PEMBODOHAN MASAL
Saya sebagai salah seorang minoritas di negri ini sudah jengah dengan segala diskriminasi dan kesewenang-wenangan yang semakin menjadi-jadi karena terkesan ada pembiaran dari aparatur negara. Ini saatnya kita bergerak. SAYA DUKUNG 100% aksi damai ini. Agar negri kita DAMAI.
Baru tau ada beginian. Suka sih, asal nantinya bukan mengarah ke ekslusifisme baru yang ga jauh beda ama kelompok yang ditentangnya.
saya jadi bertanya-tanya mereka itu sekumpulan orang yg putus asa kecewa atau mencari penghidupan,kadang nggak mengerti dng cara berpikir mereka,apa yg mereka cari dlm hidup ini,apa mereka itu makan besi atau batu yah,seperti tdk punya hati nurani,atau mang sudah pada dicuci otaknya kalo saya berpikir ada semacam persekongkolan disini dan saya yakin ada pihak luar yg bermain yg menginginkan indonesia tdk pernah santai ditambah aku yakin ada deal deal politik antara mereka dan pemerintahan sekarang karena pemerintah sekarang seperti kerbau yg dicolok hidungnya hanya bisa ikut apa yg mereka mau tanpa intinya ada suatu kekuatan dibelakang semua ini,konspirasi besar…
Ping-balik: Whining about FPI, the Police, and the Government? How about doing something about it? | The Random Rants and Musings of Miss Lai Lai
agama saya memang sangat minoritas di negeri ini, tetapi saya mendukung 100% gerakan ini, gerakan indonesia tanpa FPI