Indonesia Damai Untuk Semua

suara kegelisahan yang menginginkan perubahan dan indonesia yang lebih baik

Konferensi Pers 19 Februari 2012

Hari Minggu 19 Februari, teman-teman #IndonesiaTanpaFPI menggelar konferensi pers dengan mengundang media. Konferensi pers ini digelar sesuai kesepakatan sebagai tindak lanjut dari aksi di Bundaran HI tanggal 14 Februari 2012. Alasan mengapa kami memandang perlu konferensi pers adalah untuk menjelaskan kepada media dan terutama publik, atas kesimpangsiuran informasi.

Konferensi pers tersebut berlangsung lancar di kantor YLBHI Jl. Diponegoro 74, Jakarta, dari pukul 11.30 hingga 12.30.

Atas lancarnya acara, kami mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan dan bantuan dari teman-teman YLBHI, Kontras, dan terutama sekali dukungan warga Jakarta, warga negara Indonesia, atas aksi ini.

Berikut isi dari materi konferensi pers yang disampaikan:

Salam DAMAI untuk semua, Demi Indonesia Kita.

Melalui pers rilis ini kami ingin menjawab semua kesimpangsiuran informasi mengenai AKSI DAMAI  #IndonesiaTanpaFPI #IndonesiaTanpaKekerasan. Juga disampaikan tentang kronologis peristiwa pemukulan Bhagavad Sambadha oleh berapa orang yang tidak dikenal pada saat aksi berlangsung.

Berikut uraiannya:

  1. Siapakah kami?

-      Awal terbentuknya.

Berawal dari sosial media twitter, kami mencurahkan segala pikiran dan hati tentang keadaan sosial di sekeliling kami, salah satunya mengenai pembiaran ormas yang menggunakan kekerasan untuk memaksakan kehendaknya. Berita mengenai penolakan warga Kalteng terhadap pendirian cabang FPI, menginspirasi kami untuk berbuat sesuatu. Diskusi di twitter terus bergulir sampai akhirnya tercetuslah keinginan untuk melakukan “kopi darat”, bertemu dan berbincang-bincang diantara kami secara terbuka, siapapun boleh datang.

Kami tidak mengira kopi darat ini banyak yang datang kira-kira 50 orang di suatu kedai kopi yang beralamat di Cikini. Limapuluh orang tersebut terdiri dari berbagai kalangan dan datang sebagai individu. Dalam suasana santai, satu dengan yang lain mengemukakan pendapat apa yang perlu dilakukan untuk menyikapi kekerasan sampai akhirnya disepakati untuk melakukan AKSI DAMAI. Aksi tersebut kami umumkan secara terbuka di twitter, dan ternyata banyak sekali yang merespon. Dalam waktu yang singkat, kami sepakat untuk memakai nama #IndonesiaTanpaFPI untuk gerakan ini.

Di twitter sendiri, kampanye kami menggunakan hashtag #IndonesiaTanpaFPI dan #IndonesiaTanpaKekerasan.

-      Alasan pemakaian nama #IndonesiaTanpaFPI.

Kami sebagai orang awam memakai kata ini, karena tuntutan aksi kami bukan untuk membubarkan FPI, melainkan menghentikan kekerasan demi kekerasan yang dilakukan oleh FPI. Setiap orang berhak untuk berserikat dan berkumpul, dengan tidak menggunakan kekerasan (sesuai dengan Deklarasi HAM).

-      Kekecewaan dan keinginan kami.

Aksi kami adalah bentuk ekspresi kemarahan dan rasa kecewa pada negara. Kekerasan demi kekerasan terus terjadi dan negara tidak mendidik masyarakat bahwa kekerasan bukanlah tindakan yang patut dicontoh, bukanlah tindakan yang benar.

FPI seperti kita tahu melalui media massa sebagai kelompok sering menyerang, memaki, atas sesuatu yang tidak dia setujui, bahkan tega memukuli orang, dan lain-lain. Kejengkelan kami berujung pada aksi ini. Kami telah memakai surat ijin dan melaporkan soal aksi kami ini ke polisi atas nama masyarakat Jakarta, dan aksi kami berupa aksi damai. Tujuan kami adalah mengajak dan menggugah kesadaran masyarakat bahwa kekerasan yang dibiarkan ini tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun.

Kami tidak ingin menyakiti siapa-siapa, justru kami ingin mengajak masyarakat untuk bergabung melawan dengan aksi damai. 

  1. Kronologis Aksi

Kami berkumpul disepakati pukul 15 dengan meeting point di pos polisi dekat Bundaran HI. Pinggiran kolam Bunderan HI digenangi air tidak seperti biasanya. Pada saat itu sudah ada massa di Plaza Indonesia. Beberapa dari kami mendatangi massa di Plaza Indonesia. Sebagian kecil massa mendatangi pos polisi. Massa yang di pos polisi kemudian memilih untuk menggabungkan diri dengan massa di depan Plaza Indonesia. Setelah massa terkumpul, kemudian massa bergerak ke Bundaran HI. Belum sampai 15 menit berkumpul, kami diminta polisi untuk membubarkan diri karena katanya FPI datang.

Posisi kami pada saat itu di Bundaran HI. Massa bertahan, namun kami berusaha untuk memindahkan massa ke depan Plaza Indonesia, lalu ke depan Grand Hyatt. Kami lanjutkan aksi damai di sana dan FPI tidak datang. Diantara kami ada kebingungan,  kenapa kami yang sudah meminta izin tetapi kami yang dibubarkan kalau FPI datang.

Pada saat aksi masih terus berlangsung (orasi), seorang yang tidak dikenal di barisan kami sejajar dengan spanduk yang kami bentangkan tiba-tiba merebut spanduk kami sambil marah-marah.

Lalu ada orang memakai baju hitam ikut memukul teman kami, Bhagavad Sambadha, hingga terjatuh. Kemudian Bhagavad Sambadha dibawa polisi menjauh dari massa. Beberapa orang bereaksi atas hal ini, “Loh, kok yang ditangkap malah teman kami yang juga korlap?”

Setelah peristiwa tersebut, diputuskan aksi dibubarkan tetapi massa memilih tetap bertahan di Plaza Indonesia hingga kemudian membubarkan sendiri.

3.   Klarifikasi terhadap sebutan bahwa aksi ini berafiliasi dengan kelompok tertentu

Disebutkan dalam surat ijin, bahwa jelas kami adalah dari Warga Jakarta. Diatas juga sudah disampaikan siapa kami, yaitu individu-individu, warga Jakarta. Jika ada yang menyebutkan ada afiliasi dengan kelompok tertentu, kami tegaskan sekali lagi bahwa kami adalah individu warga Jakarta.

     4.    Sikap Kami

  1. Bahwa #IndonesiaTanpaFPI adalah sebuah gerakan, bukan organisasi.
  2. Gerakan #IndonesiaTanpaFPI  tetap bergulir kepada aksi-aksi selanjutnya,apakah itu aksi turun ke jalan, kampanye ataupun langkah-langkah politis.
  3. #IndonesiaTanpaFPI bukan gerakan elemen-elemen, ormas, LSM ataupun kelompok-kelompok masyarakat lainnya. Gerakan #IndonesiaTanpaFPI adalah reaksi dari individu-individu warga Jakarta, bagian dari masyarakat Indonesia, terhadap berbagai aksi kekerasan dan intoleransi yang dilakukan ormas atau kelompok masyarakat yang mengatasnamakan SARA.
  4. #IndonesiaTanpaFPI mengutuk keras aksi kekerasan dan intoleransi yg dilakukan ormas atau kelompok masyarakat yang mengatasnamakan SARA.
  5. #IndonesiaTanpaFPI terlahir dan akan tetap melakukan gerakan selama masih terjadi pembiaran oleh negara terhadap aksi-aksi  kekerasan dan intoleransi yang dilakukan ormas tertentu dengan mengatasnamakan SARA.
  6. Gerakan#IndonesiaTanpaFPI menjunjung tinggi HAM dan Demokrasi,oleh karenanya #IndonesiaTanpaFPI tidak menghendaki terjadinya pembubaran ormas dan pengekangan kebebasan berkumpul dan berserikat. #IndonesiaTanpaFPI mendesak pemerintah mengambil tindakan hukum tegas,transparan dan tidak tebang pilih terhadap ormas atau kelompok masyarakat yang melakukan aksi kekerasan, melanggar hukum, dan intoleransi.
  7. #IndonesiaTanpaFPI mendesak pemerintah untuk segera menuntaskan kasus-kasus kekerasan, melanggar hokum, dan intoleran yang telah terjadi di Indonesia selama ini.
  8. Gerakan #IndonesiaTanpaFPI menyerukan kepada saudara-saudara kami di seluruh Indonesia agar tetap menjaga damai di setiap aksi-aksi penolakan terhadap hadirnya kekerasan serta tidak tersulut provokatif yang tidak menginginkan bangsa ini damai.
  9. Terkait tindakan pemukulan terhadap teman kami Bhagavad Sambhada, kami ingin Polisi  memproses pelaku pemukulan sesuai hukum yang berlaku.

Terimakasih,

Jakarta, 19 Februari 2012

Salam Damai

#IndonesiaTanpaFPI #IndonesiaTanpaKekerasan

About these ads

Single Post Navigation

8 pemikiran pada “Konferensi Pers 19 Februari 2012

  1. Disamarkan pada berkata:

    Saya menyesali tindakan kalteng yg menyetujui mendirikan tempat buat para FPI ( forum preman islam ) saya islam tapi saya sangat mengutuk FPI yg bergerak berdasarkan main hakim sendiri. Seharus nya kalteng bersi keras menolak mereka, jangan takut dengan ancaman mereka, itu pulau kalian janganlah kalian mengalah, kalian harus punya prinsip.
    Negara kita negara hukum bukan negara yg bertindak seperti binatang yang bertindak semau mereka sendiri.

  2. n0p3cK pada berkata:

    “menyetujui mendirikan tempat buat para FPI”….mohon maaf mba/mas/pak/bu…mohon baca/lihat beritanya baik2…kami di Kalteng dengan teramat sangat tegas menolak kehadiran FPI di Bumi Tambun Bungai kami…kehidupan kami disini sdh teramat sangat damai dengan tingkat toleransi yg sangat tinggi…tidak ada tempat untuk ormas sejenis FPI di tanah kami…tapi terima kasih atas perhatian dan dukungannya…kami disini akan tetap berjuang untuk mempertahankan kedamaian kami…

  3. Haiqal pada berkata:

    Indonesia Tanpa FPI = 1 Langkah Besar Menuju Ketentraman Antar Agama Tanpa Kekerasan! #IndonesiaTanpaKekerasan

  4. Fairy pada berkata:

    FPI hanyalah sebuah simbol ketidakberanian pemerintah Indonesia. Seandainya pemerintah TEGAS menindak perjudian, dsb – bukan malah menarik keuntungan dari tindak maksiat- maka FPI atau ormas apapun tidak perlu dibiarkan hadir.

    Bila FPI dapat menjadi sebuah ormas, tentu itu juga karena sebuah pembiaran dengan sengaja dari pihak pemerintah.

    Jadi, sangatlah naif kalau perjuangan ini diarahkan kepada FPI -yang sekali lagi- hanya simbol.

    Mohon untuk penyelenggara juga selektif dalam pergerakan ini. Pastikan mereka yang tergabung di dalamnya BERSIH dari tindak kekerasan dalam bentuk APAPUN. Jangan nodai perjuangan ini dengan track record pribadi yang buruk dari anggota gerakan.

    Rapatkan barisan untuk #IndonesiaTanpaKekerasan
    Kejar pemerintah untuk bertanggung jawab menciptakan #IndonesiaDamai.

  5. hahn pada berkata:

    ga setuju kalau ini gerakan anti kekerasan tapi pake nama “tanpa FPI”
    kenapa ga sekalian Indonesia tanpa kekerasan? supaya ga ada tudingan bahwa ini gerakan terselubung yang disokong segelintir orang
    padahal selain fpi, banyak ormas fasis lain

    *saya bukan pendukung fpi loh, ep ye i aja*

  6. solikin kendal pada berkata:

    FPI tdk turut membangun negara tp lbh byk merusak tatanan masyarakat dlm bernegara.

  7. Indonesia tanpa maksiat pada berkata:

    Wagu n lucu
    ngaku islam tapi memperjuangkan sipilis

  8. Ocky Nugroho pada berkata:

    Saya ingin ikut gerakan ini.. Silahkan masukkan nama saya

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 55 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: